(BRASÍLIA-Agritechnews.id) Sedikitnya 522 anjing laut dan singa laut ditemukan mati di sepanjang pantai selatan Brasil. Pihak berwenang Kamis (26/10) menyalahkan flu burung sebagai penyebab kematian tersebut.
Brasil mengumumkan keadaan darurat kesehatan hewan terkait flu burung pada bulan Mei setelah mengkonfirmasi beberapa kasus pada burung liar, dan melaporkan wabah pertama penyakit ini pada mamalia laut bulan lalu di negara bagian Rio Grande do Sul.
Negara yang merupakan eksportir ayam terbesar di dunia ini belum melaporkan adanya kasus apapun pada unggas peliharaan atau peternakan unggas komersial.
Departemen pertanian Rio Grande do Sul mengatakan anjing laut dan singa laut yang mati telah ditemukan di berbagai titik di sepanjang pantai.
Beberapa hewan tersebut ditemukan di dekat perbatasan Brasil dengan Uruguay, yang baru-baru ini juga melaporkan ratusan anjing laut dan singa laut terbunuh akibat flu burung. Peru, Chili dan Argentina juga melaporkan kasus pada hewan laut.
Brasil masih tergolong bebas flu burung, karena tidak ada kasus yang terdeteksi di peternakan unggas komersial, menurut pemerintah setempat. Negara ini memasok sekitar 35 persen dari seluruh unggas di pasar internasional.
“Pemberitahuan tersebut tidak mengubah situasi kesehatan di negara bagian atau negara secara keseluruhan dan tidak ada risiko dari mengonsumsi unggas atau telur,” ujar departemen pertanian Rio Grande do Sul dalam sebuah pernyataan. Tidak ada pengobatan untuk flu burung, yang seringkali mematikan pada hewan. Virus flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia. Meski demikian beberapa kasus pernah ditemukan.
Sumber :AFP.com
