FAO Butuh 160 juta Dolar AS untuk Mengatasi Dampak El Nino


(PARIS-Agritechnews.id) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan hampir 160 juta dolar AS (2,5 triliun rupiah)  untuk program yang bertujuan mengurangi dampak fenomena cuaca, El Nino.

Rencana  FAO  itu termasuk membantu para nelayan melindungi perahu mereka dari badai, memperkuat tanggul sungai  untuk mengatasi banjir dan mendistribusikan benih yang tahan kekeringan kepada para petani.

Langkah itu juga mencakup menyiapkan persediaan obat-obatan hewan dan membagikan uang tunai kepada keluarga yang terkena dampak. Rencana tersebut memprioritaskan tindakan di 34 negara di Afrika, Asia-Pasifik dan Amerika Latin.

“Menurut rencana tersebut, FAO membutuhkan hampir 160 juta dolar AS untuk memberikan dukungan kepada lebih dari 4,8 juta orang hingga Maret 2024,”  demikian pernyataan FAO, Selasa (14/11).

Menurut data FAO, El Nino berdampak parah pada lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2015-2016, sehingga mendorong 23 negara untuk meminta bantuan kemanusiaan sebesar 5 miliar dolar AS.

El Nino adalah pola iklim alami yang biasanya dikaitkan dengan peningkatan suhu panas di seluruh dunia, kekeringan di beberapa wilayah di dunia, dan hujan lebat di wilayah lain.

Organisasi Meteorologi Dunia PBB mengatakan El Nino saat ini, yang berkembang pesat selama Juli-Agustus 2023, kemungkinan akan mencapai puncaknya hingga Januari dan berlangsung hingga April 2024.

Sumber AFP

, , ,