(JAKARTA-Agritechnews.id) Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik atau Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan pembebasan biaya impor beras yang direncanakan pemerintah membuat harga beras menjadi lebih murah.
“Artinya harganya (beras) jadi lebih murah. Efeknya kan harga di masyarakat juga. Bukan karena kita ingin jumlahnya lebih besar,” ujar Buwas dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (8/11).
Menurut dia, masyarakat akan diuntungkan melalui kebijakan ini karena harga beras akan lebih murah. Di sisi lain, kata Buwas, Bulog juga akan lebih sedikit mengeluarkan biaya untuk mendatangkan beras impor. Namun, pembebasan biaya impor ini bukan berarti volume beras impor akan semakin besar.
“Pembebasan biaya impor bukan berarti volumenya menjadi lebih besar. Tapi harganya akan lebih murah,” ujarnya.
Pembebasan biaya impor beras juga dipengaruhi harga beras yang terus naik imbas kondisi dunia yang tidak stabil akibat peperangan. “Kondisi nilai tukar rupiah kan tinggi, minyak sekarang naik karena ada peperangan di beberapa negara. Ini berdampak pada harga barang,” ucap Buwas.
Karena itu, dia mengatakan pihaknya mengajukan kepada pemerintah untuk melakukan pembebasan biaya impor beras. Dia berharap, biaya impor beras dapat dibebaskan seperti komoditas lainnya.
“Maka salah satu yang kita ajukan ke pemerintah ya (pembebasan) biaya masuk. Kedelai juga untuk kegiatan komersil bisnis enggak ada pajak biaya masuknya. Masa yang beras untuk kepentingan masyarakat dipajaki,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memberikan insentif kepada Perum Bulog untuk pembebasan bea masuk beras.
“Pembebasan bea masuk spesifik Rp450 per kilogram kita akan lakukan insentif berupa bea masuk ditanggung pemerintah. Nanti, akan diberikan Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga.
