Pakan Lamtoro Hasilkan Daging Sapi Premium dan Berkualitas


(Jakarta-Agritechnews.id) Kualitas daging sapi  sangat  tergantung pada jenis pakan yang diberikan dan manajemen yang diterapkan. Daging sapi (premium beef) yang menunjukkan kualitas makan daging sapi yang ditentukan oleh beberapa  indikator berupa derajat kelembutan, lemak, juicy, dan rasa.

“Jika dilihat dari kualitas makan, merupakan keinginan konsumen untuk membayar produk sesuai dengan permintaan, kesukaan dan kepuasannya. Dari sisi ini bisa dilihat jika kita berada pada level menghasilkan daging premium, ini merupakan peluang petani/produsen untuk bisa melakukan diferensiasi produk-produknya dan nilai tambah produknya,” ujar Tanda Sahat Panjaitan, Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Peternakan, ORPP BRIN baru-baru ini.

Menurut Tanda, untuk mewujudkan daging sapi premium berkelanjutan dapat menggunakan lamtoro. Lamtoro, merupakan tanaman legum hijauan tropis berumur panjang, menghasilkan biomassa tinggi dan kandungan nutrisi tinggi.

Pemberian pakan lamtoro pada sapi jantan Bali secara signifikan akan meningkatkan laju pertumbuhannya sebesar lebih dari 300% dibandingkan dengan rumput, sehingga mendorong mereka semakin mendekati potensi genetiknya.

Menanam lamtoro secara aktif meningkatkan profitabilitas pertanian dan kelestarian, meningkatkan peluang beternak sapi di lahan marjinal kering dan iklim kering. Lamtoro dapat meningkatkan kadar nitrogen, meningkatkan retensi air, mengurangi erosi dan penguapan serta mengatasi perubahan iklim dengan penyerapan karbon yang signifikan dan penyimpanan karbon jangka panjang.

Lamtoro memiliki faktor anti nutrisi mimosine, yaitu racun yang dapat menimbulkan efek buruk pada hewan ruminansia meskipun penyebabnya diketahui dan dapat diatasi. Karena itu disarankan untuk memperkenalkan lamtoro secara bertahap kepada ternak agar dapat secara efektif mengelola potensi racun mimosin.

“Sampai saat ini masih ditemukan keterbatasan yang menjadi tantangan. Pertama, jenis sapi potong daging tanpa lemak, membuat grading khusus berdasarkan keempukan (umur potong) dan lemak sehat,” terang Tanda.

Sapi Bali adalah sapi asli Indonesia, hasil domestikasi banteng. Tersebar luas di dalam dan luar Indonesia dan memiliki banyak keunggulan. Antara lain hasil karkas tinggi (55-60%) dengan lemak subkutan rendah, sangat subur, dan beradaptasi dengan baik pada iklim tropis.

Populasi sapi Bali saat ini sekitar 6,51 juta  atau 35% dari total populasi daging sapi di Indonesia serta berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian lokal, khususnya di daerah sentra produksi sapi besar di Bali”.

Sapi Bali terkenal dengan temperamennya yang tenang sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai penghasil daging sapi premium karena sifatnya yang tahan terhadap stress.

Lebih lanjut Tanda menjelaskan, premium beef merupakan kombinasi berbagai faktor termasuk genetik (breed), nutrisi, pengelolaan hewan, pengolahan, penuaan post-mortem serta jenis dan lokasi otot.

Sumber BRIN