(Jakarta-Aagritechnews.id) Bekerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog, Pos Indonesia bakal menyalurkan bantuan beras sebanyak 134 juta kilogram kepada lebih dari 13 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari Januari hingga Juni 2024.
Dalam pendistribusian, Pos Indonesia dan Perum Bulog mengintegrasikan aplikasi Cadangan Pangan Beras dan Pos Giro Cash (PGC) melalui partner Application Programming Interface (API).
Dirut Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi optimistis bantuan pangan beras ini dapat tersalurkan sesuai jadwal. “Distribusi akan dilakukan ke 20 provinsi di Indonesia dengan total bantuan 804.912 ton beras. Kami optimistis penyaluran bantuan pada tahun ini bisa tersampaikan tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel bagi KPM yang terdaftar,” ujar Faizal.
Pos Indonesia memastikan kesanggupannya dalam memenuhi amanah yang diberikan pemerintah dan Perum Bulog. Hal ini ditunjukkan dengan keunggulan dari sisi teknologi dan jaringan Pos Indonesia. Melalui teknologi, jelas Faizal, pengangkutan beras dari gudang Bulog menuju lokasi penyerahan bantuan dapat dilacak dan diketahui posisinya.
“Dengan sistem PGC, kami merekam penerima bantuan. Orangnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Keluarga (KK) difoto oleh para petugas kemudian diproses ke sistem data kami. Aplikasi ini juga dilengkapi teknologi face recognition dan geo tagging, sehingga tidak terjadi salah salur, serta orang yang menerima bantuan tidak dapat mengambil bantuan dua kali (dobel),” jelas Faizal.
Dalam proses mendokumentasikan semua arsip dan dokumen bantuan, Pos Indonesia memiliki sistem lanjutan bernama e-filling. Aplikasi ini bermanfaat dalam mendukung akuntabilitas penyaluran Pos Indonesia dan memberikan bukti dokumen penyerahan secara digital.
“Untuk mempermudah stakeholder mengakses progres penyaluran bantuan, kami gunakan aplikasi PGC, e-filling, dan dashboard khusus real-time monitoring. Kami pastikan penyaluran CBP tepat sasaran,” ujar Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun. Saat ini, Pos Indonesia memiliki kantor cabang yang tersebar di 4.800 lokasi di Indonesia. Dengan sebaran itu, perusahaan yang berdiri lebih dari 277 tahun ini bisa menyalurkan bantuan CBP dari pemerintah hingga wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) dengan cepat dan tepat.
