(JAKARTA,Agritechnews) Google.org memberikan dana hibah yang akan membantu 5,5 juta orang di Asia Tenggara. Dana ini ditujukan untuk memperoleh keterampilan guna meningkatkan ketahanan pangan serta meningkatkan literasi AI.

Dana tersebut terdiri dari 5 juta dolar AS (76,1 miliar rupiah) yang diberikan kepada ASEAN Foundation untuk meningkatkan literasi AI bagi lebih dari 5,5 juta anak muda, pendidik, dan orang tua di 10 negara anggota ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam).
Edu Farmers International Foundation yang berlokasi di Jakarta juga akan menerima hibah sebesar 2 juta dolar AS untuk meningkatkan upaya ketahanan pangan bagi 200.000 petani kecil dan keluarga kurang mampu di Indonesia dengan layanan informasi bertenaga AI.
Untuk dana yang diterima Edu Farmers International Foundation akan digunakan untuk meningkatkan upaya ketahanan pangan bagi 200.000 petani kecil dan keluarga kurang mampu di Indonesia dengan layanan informasi bertenaga AI
“Google sangat peduli dan melakukan banyak investasi untuk masa depan Asia Tenggara, dengan ekosistem teknologinya yang dinamis dan digitalisasi yang cepat, sehingga menciptakan peluang menarik bagi AI untuk berkembang dan mentransformasi ekonomi di seluruh ASEAN,” ucap Ruth Porat, President & Chief Investment Officer untuk Alphabet dan Google, di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Rabu (2/10).
Tantangan ketahanan pangan di Indonesia membutuhkan solusi inovatif. Seiring pertumbuhan populasi, permintaan pangan diperkirakan meningkat, sehingga makin menekan petani dan penggunaan lahan. Selain itu, penurunan produksi beras dalam negeri dapat membuat jutaan orang berisiko kelaparan. Edu Farmers International Foundation, yang menerima hibah Google.org pertama pada tahun 2022, telah melatih 4.400 petani dan lebih dari 1.000 anak muda melalui program “Bertani Untuk Negara”. Platform pembelajaran online mereka, Bertani Academy, telah mendaftarkan lebih dari 2.500 pengguna dan video edukasi singkat mereka telah menjangkau jutaan penonton.
“Hibah terbaru ini diharapkan dapat membantu kami memberdayakan 200.000 petani kecil dan keluarga kurang mampu. Melalui chatbot bertenaga AI, kami dapat menawarkan panduan yang dipersonalisasi kepada petani kecil, memaksimalkan hasil panen berdasarkan data lokal real-time, seperti cuaca, kondisi tanah, dan ancaman hama. Untuk lingkup keluarga, chatbot dapat memberikan saran nutrisi yang disesuaikan untuk mengatasi stunting dan orang tua akan diberikan akses ke platform yang memberi pengetahuan penting tentang kebiasaan makan sehat dan perawatan anak,” ujar Amri Ilmma, Chief Operating Officer, Edu Farmers International Foundation.
“Penggunaan dan inovasi AI berpotensi menciptakan manfaat ekonomi sebesar 2.612 triliun rupiah bagi bisnis di Indonesia hingga tahun 2030. Kami berinvestasi di Indonesia untuk membantu mewujudkan potensi ini dan telah menciptakan sejumlah program untuk meningkatkan keterampilan siswa dan guru terkait AI dalam mempersiapkan masa depan,” jelas Sapna Chadha, Vice President Google untuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan.
“Kami juga bangga dapat mendukung organisasi lokal dan regional untuk memanfaatkan kekuatan AI guna memecahkan berbagai masalah prioritas Indonesia seperti ketahanan pangan, perawatan kesehatan, dan Pendidikan,” sambungnya.
Sumber: EDU Farmers