Fortifikasi dan B2SA  Solusi Tingkatkan Kualitas Pangan Masyarakat


(JAKARTA-Agritechnews.id) Fortifikasi pangan menjadi salah satu strategi penting dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.  Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)  Arief Prasetyo Adi, menekankan pentingnya sinergi antara fortifikasi pangan dan penerapan Program Pola Konsumsi (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) B2SA untuk menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.

“Pemenuhan gizi tidak cukup hanya berfokus pada kuantitas makanan, tetapi juga kualitas. Fortifikasi pangan memberikan salah satu solusi dalam meningkatkan status gizi, terutama di kalangan rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan remaja,” jelas Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (21/10).

Melalui penambahan vitamin dan mineral pada bahan pangan pokok, fortifikasi diharapkan mampu mengatasi permasalahan gizi, seperti anemia, defisiensi nutrisi, dan stunting.

Fortifikasi pangan dilakukan oleh Bapanas pada produk beras. Program fortifikasi ini memiliki tujuan memperbaiki kualitas asupan harian tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengonsumsi beras sebagai bahan pangan pokok.

“Salah satu contohnya adalah beras fortifikasi yang diperkaya dengan zat gizi mikro seperti vitamin A, B1, B6, B12, asam folat, zat besi, dan zinc yang sangat relevan untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah kekurangan gizi,” tambah Arief.

Melalui Direktorat Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Bapanas telah menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kernel beras fortifikan dan akan melanjutkan dengan penyusunan SNI beras fortifikasi. Ini akan menjadi acuan, baik untuk produksi sukarela maupun program bantuan pangan yang diberikan oleh pemerintah.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), Bapanas bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) memecahkan Rekor MURI dengan mengajak sebanyak 1000 pelajar Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Kabupaten Jember, mengikuti kegiatan Sarazi B2SA (Sarapan Bergizi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) secara daring dan luring di Gedung Auditorium Universitas Jember (Unej), Kamis (17/10). Sebanyak 600 siswa di antaranya hadir langsung ke Auditorium Unej. Sementara, sisanya Sarazi B2SA bersama di sekolahnya masing-masing dalam waktu bersamaan.

, , , ,