Taiwan Longgarkan Pembatasan Impor Produk Makanan Jepang


(TOKYO-Agritechnews.id) Taiwan akan melonggarkan pembatasan impor produk makanan Jepang, termasuk makanan laut dari daerah sekitar pabrik nuklir Fukushima yang rusak. Demikian diungkap kementerian pertanian, kehutanan, dan perikanan Jepang,  pekan lalu.

Langkah ini muncul setelah Beijing mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan “secara bertahap melanjutkan” impor makanan laut dari Jepang setelah memberlakukan larangan menyeluruh tahun lalu akibat pelepasan air dari pembangkit listrik tenaga nuklir, yang terkena tsunami pada tahun 2011.

“Otoritas Taiwan mengumumkan pelonggaran langkah-langkah kontrol impor untuk produk makanan Jepang yang diperkenalkan setelah kecelakaan di… pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi,”  demikian pernyataan kementerian Jepang dikutip AFP, Minggu (29/9).

Pelonggaran tersebut melibatkan pencabutan larangan impor produk seperti daging burung liar dan jamur dari lima wilayah, termasuk Fukushima, dengan syarat bahwa laporan inspeksi bahan radioaktif dan sertifikat asal produk diajukan.

Produk laut dari prefektur Iwate dan Miyagi di timur laut dekat Fukushima dapat diekspor “tanpa laporan inspeksi bahan radioaktif”.

Administrasi Makanan dan Obat Taiwan memposting pemberitahuan singkat di situs webnya pada Rabu, yang menyatakan bahwa aturan impor “direvisi dan berlaku segera”.

Impor “harus disertai dengan sertifikat pengujian radiasi” dari Fukushima dan empat prefektur lainnya, kata pemberitahuan tersebut, menambahkan bahwa regulasi akan diterapkan “berdasarkan tanggal ekspor”.

Menteri pertanian, kehutanan, dan perikanan Jepang, Tetsushi Sakamoto, mengatakan dia “menyambut langkah ini sebagai langkah positif menuju pemulihan daerah-daerah yang terkena bencana”.

Pernyataan kementerian mengatakan akan terus mendorong agar semua pembatasan yang tersisa dicabut.

“Pemerintah Jepang telah menggunakan berbagai kesempatan untuk meyakinkan otoritas Taiwan tentang keamanan produk kami berdasarkan bukti ilmiah, namun kami akan terus berupaya keras agar pembatasan impor seperti pengajuan sertifikat dapat segera dicabut,” ujarnya.

Tiga reaktor di fasilitas Fukushima-Daiichi mengalami kerusakan pada tahun 2011 setelah gempa bumi dan tsunami besar yang menewaskan sekitar 18.000 orang.

Jepang mulai membuang air limbah yang telah diolah dari pembangkit tersebut ke Samudra Pasifik pada Agustus 2023, dalam operasi yang dianggap aman oleh Jepang, sebuah pandangan yang didukung oleh badan atom PBB. Namun, pelepasan air tersebut memicu reaksi keras dari China, yang melarang impor makanan laut dari Jepang.

Beijing dan Tokyo  Jumat lalu mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait pelepasan air tersebut, yang akan memungkinkan China untuk secara bertahap melanjutkan impor.

Setelah China, Rusia melarang impor makanan laut Jepang pada bulan Oktober sebagai “langkah pencegahan”. Kantor berita Rusia TASS mengutip pejabat sanitasi terkemuka pekan lalu yang mengatakan bahwa Moskow akan mempertahankan embargo tersebut.

Sumber : AFP

, , , ,