(JAKARTA,Agritechnews.id) – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk bersubsidi. Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengungkap alokasi kuota pupuk bersubsidi di tahun 2024 ditambah, dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
Menurut Rahmad dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Seni (30/9), penambahan alokasi pupuk bersubsidi sudah disetujui dalam Rapat di Komisi IV DPR RI, 12 September lalu. Dalam rapat tersebut disetujui alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 adalah 9,55 juta ton dengan anggaran mencapai Rp 54 triliun.

Jumlah pupuk bersubsidi yang banyak ini perlu sistem penyaluran yang efektif dan efisien sehingga seluruh stakeholder, terutama petani penerima perlu mengetahui caranya.
Pupuk subsidi disalurkan untuk petani di sektor tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai Penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan aplikasi I pubers, yang aktif digunakan mulai bulan Februari 2024.
Rahmad juga mengatakan pihaknya memperjuangkan syarat petani dalam mengambil pupuk bersubdisi dipermudah. Dia mengusulkan agar pengambilan pupuk bersubsidi mudah seperti pengambilan elpiji subsidi 3 kilogram.
Dia mengatakan, sejauh ini, Pupuk Indonesia telah melakukan digitalisasi sekitar 27 ribu lebih kios pupuk subsidi di seluruh Indonesia agar penyaluran lebih efisien dan tepat sasaran. Program pengambilan pupuk bersubsidi terus disempurnakan. Pengambilan pupuk kini juga bisa dilakukan oleh perwakilan.
Sumber: Pupuk Indonesia