{"id":777,"date":"2024-09-30T09:55:21","date_gmt":"2024-09-30T02:55:21","guid":{"rendered":"https:\/\/agritechnews.id\/?p=777"},"modified":"2024-09-30T09:55:21","modified_gmt":"2024-09-30T02:55:21","slug":"brin-kembangkan-riset-lidah-buaya-untuk-pangan-fungsional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/2024\/09\/30\/brin-kembangkan-riset-lidah-buaya-untuk-pangan-fungsional\/","title":{"rendered":"BRIN Kembangkan Riset Lidah Buaya untuk Pangan Fungsional"},"content":{"rendered":"\n<p>(JAKARTA, Agritechnews.id) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian &nbsp;terhadap tanaman aloe vera atau lidah buaya. Menurut Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Sri Handayani, tanaman lidah buaya selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan alami pembuatan kosmetik. Namun dia menyebut lidah buaya memiliki potensi menjadi produk pangan fungsional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBeberapa penelitian menunjukkan, tanaman lidah buaya memiliki kandungan senyawa aktif, asam amino esensial, asam lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karenanya, lidah buaya memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi produk pangan fungsional,\u201d ujarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Riset lidah buaya telah dilakukan sejak 2021. Dimulai dari pendampingan pengolahan aloe vera menjadi minuman kemasan, hingga bubuk yang difortifikasi untuk penanganan stunting di Gunungkidul.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"574\" height=\"378\" src=\"https:\/\/agritechnews.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/1727577286-90967034.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-778\" style=\"width:612px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/agritechnews.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/1727577286-90967034.jpeg 574w, https:\/\/agritechnews.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/1727577286-90967034-300x198.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 574px) 100vw, 574px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat ini, riset yang dilakukannya terkait diversifikasi produk yang berfungsi untuk kesehatan. Beberapa produk yang telah dihasilkan di antaranya serbuk kering lidah buaya, non-dairy krimer mengandung lidah buaya, serta minuman granul kombinasi lidah buaya dan rosela. Beberapa produk ini telah dipatenkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain produk kesehatan, ke depan, akan dilakukan riset lidah buaya terkait produk kosmetik dan nutrasetikal,\u201d imbuh Handayani.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia menerangkan, dalam 100 gram gel lidah buaya kering terkandung sekitar 3,7 gram kalsium. Kalsium berperan pada masa pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah osteoporosis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tanaman asal Benua Afrika ini juga mengandung magnesium. \u201cDalam 100 gram gel lidah buaya mengandung 0,5 gram magnesium. Magnesium berperan dalam keseimbangan cairan tubuh serta penting membantu penyerapan kalsium,\u201d terang Handayani.<\/p>\n\n\n\n<p>Lidah buaya juga mengandung empat asam amino esensial yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko stunting pada balita. Keempat asam amino tersebut antara lain valine, phenylalanine, leucin, dan isoleucin. Lidah buaya memiliki asam lemak tak jenuh ganda atau asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9 yang sangat dibutuhkan pada masa pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOmega-3 berperan dalam perkembangan otak. Omega-6 berperan dalam pembentukan energi dan mencegah inflamasi. Serta omega-9 berfungsi meningkatkan sensitivitas insulin, dan penghambat penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer dan parkinson,\u201d pungkasnya. Sumber : BRIN<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(JAKARTA, Agritechnews.id) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian &nbsp;terhadap tanaman aloe vera atau lidah buaya. Menurut Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Sri Handayani, tanaman lidah buaya selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan alami pembuatan kosmetik. Namun dia menyebut lidah buaya memiliki potensi menjadi produk pangan fungsional. \u201cBeberapa penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[233,170,331,168,167],"tags":[377,485,486],"class_list":["post-777","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news","category-pangan","category-pertanian","category-tanaman-pangan","category-teknologi","tag-brin","tag-lidahbuaya","tag-panganfungsional"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=777"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":780,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777\/revisions\/780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agritechnews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}